Hati-hati! Suara rakyat bisa jadi senjata pelumpuh demokrasi
Dalam beberapa dekade terakhir, fenomena politik global telah diguncang oleh bangkitnya sosok-sosok pemimpin yang mengklaim sebagai satu-satunya penyambung lidah rakyat. Mereka datang dengan janji untuk menghancurkan "elit yang korup" dan mengembalikan kekuasaan ke tangan rakyat jelata. Fenomena ini kita kenal sebagai populisme . Namun, ketika populisme bergeser menjadi populisme ekstrem, ia bukan lagi sekadar gaya kampanye, melainkan ancaman eksistensial bagi fondasi demokrasi itu sendiri. Apa itu populisme ekstrem? Secara sederhana, populisme adalah ideologi yang membagi masyarakat menjadi dua kelompok yang saling bertentangan: "rakyat yang murni" melawan "elit yang korup". Populisme itu sendiri sebenarnya bisa menjadi vitamin bagi demokrasi karena ia membawa isu-isu yang diabaikan oleh penguasa ke permukaan. Namun, populisme menjadi ekstrem ketika mulai bersifat eksklusif dan otoriter. Populisme ekstrem tidak hanya menyerang elit, tetapi juga me...