Postingan

Menampilkan postingan dengan label bahasa

Bahasa Dayak dan ketiadaan kata 'Terima Kasih': Ini kerangka untuk mencari jejaknya dalam tradisi

Gambar
Dalam masyarakat modern, ucapan terima kasih (terima kasih verbal) adalah 'mata uang' kesopanan. Namun, kata itu tak ditemukan pada banyak bahasa Dayak di Kalimantan.  Apakah mereka tidak tahu berterimakasih, tidak tahu balas budi dan tidak tahu tata krama?  Tulisan ini berangkat dari sebuah kegelisahan akademis sekaligus kultural: Benarkah kebanyakan bahasa Dayak tidak memiliki kata leksikal khusus untuk "terima kasih"? Jika benar, mengapa? Apakah budaya ini kekurangan kosakata positif? Di era modern ini, di mana interaksi verbal menjadi penentu relasi sosial, perlukah orang Dayak menggali dari tradisi sebuah kata yang bermakna terima kasih dan menyepakatinya untuk pemakaian sehari-hari? Tentu termasuk responnya juga.  Ketiadaan ucapan terima kasih Dalam struktur sosial masyarakat Dayak tradisional, konsep "berterima kasih" tidak dimanifestasikan melalui leksikon (kata-kata), melainkan melalui aksi dan gestur (isyarat). Secara historis, masyaraka...

Fenomena "bahasa gado-Gado": Polusi atau evolusi?

Gambar
Bayangkan sebuah adegan di kedai kopi modern di Jakarta Selatan , atau mungkin di sebuah warung makan di pinggiran Ibu Kota Nusantara . Anda mendengar seseorang berbicara, dan kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar seperti mozaik budaya yang rumit: "Sorry ya, aku lagi hectic banget nih, deadline numpuk. Sampeyan tunggu sek ya, nanti tak kabari lagi." Dalam satu tarikan napas (kurang dari sepuluh detik) penutur tersebut telah melintasi tiga benua dan tiga budaya. Ada Bahasa Inggris ( sorry, hectic, deadline ) yang mewakili modernitas global, Bahasa Indonesia ( aku, lagi, banget ) sebagai penyatu nasional, dan Bahasa Jawa ( sampeyan, sek, tak ) yang menyiratkan keakraban etnis. Fenomena ini ada di mana-mana. Kita mendengarnya dalam dialek "Anak Jaksel", dalam percakapan pedagang di pasar tradisional yang mencampur bahasa Indonesia dengan Betawi atau Sunda, hingga di daerah transmigrasi di mana asimilasi budaya melahirkan hibrida unik seperti bahasa pergaulan...

Speedboat ke pedalaman Mahakam

Speedboat ke pedalaman Mahakam
Martinus Nanang di dermaga Samarinda Ilir