Bahasa Dayak dan ketiadaan kata 'Terima Kasih': Ini kerangka untuk mencari jejaknya dalam tradisi
Dalam masyarakat modern, ucapan terima kasih (terima kasih verbal) adalah 'mata uang' kesopanan. Namun, kata itu tak ditemukan pada banyak bahasa Dayak di Kalimantan. Apakah mereka tidak tahu berterimakasih, tidak tahu balas budi dan tidak tahu tata krama? Tulisan ini berangkat dari sebuah kegelisahan akademis sekaligus kultural: Benarkah kebanyakan bahasa Dayak tidak memiliki kata leksikal khusus untuk "terima kasih"? Jika benar, mengapa? Apakah budaya ini kekurangan kosakata positif? Di era modern ini, di mana interaksi verbal menjadi penentu relasi sosial, perlukah orang Dayak menggali dari tradisi sebuah kata yang bermakna terima kasih dan menyepakatinya untuk pemakaian sehari-hari? Tentu termasuk responnya juga. Ketiadaan ucapan terima kasih Dalam struktur sosial masyarakat Dayak tradisional, konsep "berterima kasih" tidak dimanifestasikan melalui leksikon (kata-kata), melainkan melalui aksi dan gestur (isyarat). Secara historis, masyaraka...