Postingan

Menampilkan postingan dengan label bahasa

Fenomena "bahasa gado-Gado": Polusi atau evolusi?

Gambar
Bayangkan sebuah adegan di kedai kopi modern di Jakarta Selatan , atau mungkin di sebuah warung makan di pinggiran Ibu Kota Nusantara . Anda mendengar seseorang berbicara, dan kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar seperti mozaik budaya yang rumit: "Sorry ya, aku lagi hectic banget nih, deadline numpuk. Sampeyan tunggu sek ya, nanti tak kabari lagi." Dalam satu tarikan napas (kurang dari sepuluh detik) penutur tersebut telah melintasi tiga benua dan tiga budaya. Ada Bahasa Inggris ( sorry, hectic, deadline ) yang mewakili modernitas global, Bahasa Indonesia ( aku, lagi, banget ) sebagai penyatu nasional, dan Bahasa Jawa ( sampeyan, sek, tak ) yang menyiratkan keakraban etnis. Fenomena ini ada di mana-mana. Kita mendengarnya dalam dialek "Anak Jaksel", dalam percakapan pedagang di pasar tradisional yang mencampur bahasa Indonesia dengan Betawi atau Sunda, hingga di daerah transmigrasi di mana asimilasi budaya melahirkan hibrida unik seperti bahasa pergaul...

Speedboat ke pedalaman Mahakam

Speedboat ke pedalaman Mahakam
Martinus Nanang di dermaga Samarinda Ilir