Isu lingkungan tidak lagi menjadi pembicaraan yang hanya berlangsung di kalangan akademisi, aktivis, atau lembaga konservasi. Dalam beberapa tahun terakhir, dunia usaha juga semakin menempatkan keberlanjutan lingkungan sebagai bagian penting dari strategi dan kebijakan perusahaan. Kesadaran bahwa pertumbuhan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian alam mendorong banyak perusahaan untuk mengembangkan berbagai program ramah lingkungan. Salah satu contoh menarik dapat ditemukan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan yang dikelola oleh PT Angkasa Pura Indonesia. Hal tersebut terungkap dalam percakapan antara Martinus Nanang, host podcast The Voice of Tropical Rainforest , dengan Iwan Winaya Mahdar, General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Internasional SAMS Balikpapan. Dalam perbincangan tersebut, terlihat bagaimana sektor transportasi udara juga dapat berkontribusi terhadap upaya menjaga lingkungan dan mendukung pembangu...
Tahun 2026 menandai babak baru yang cukup kelam dalam sejarah modern kita. Institute for Economics & Peace (IEP) baru saja merilis edisi ke-20 dari Global Peace Index (GPI) , dan hasilnya adalah sebuah peringatan keras bagi kita semua. Di tengah kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang eksponensial, peradaban manusia justru terjebak dalam pusaran konflik yang semakin kompleks dan sulit dihentikan. Sumber: GPI 2026 Laporan tahun ini mengungkapkan bahwa tingkat kedamaian global memburuk sebesar 0,7 persen. Kedengarannya kecil? Angka ini adalah akumulasi dari penderitaan jutaan orang. Faktanya, ini adalah tahun ke-12 berturut-turut di mana kedamaian dunia mengalami penurunan. Kita menghadapi "masa sulit" sekaligus sebuah pergeseran struktural yang disebut oleh IEP sebagai "The Great Fragmentation" atau Fragmentasi Besar. Tren Perdamaian Global: 12 Tahun Menuju Kegelapan Jika kita menarik garis waktu selama 12 tahun terakhir (sejak 2014), trennya sanga...