Nyamplung: Mencari Titik Temu antara Ekonomi dan Ekologi di Kalimantan
Selama ini, pembicaraan tentang energi terbarukan sering kali berhenti pada pertanyaan tentang teknologi: sumber energinya apa, berapa besar produksinya, dan apakah mampu menggantikan energi fosil? Namun, untuk Indonesia (terutama Kalimantan) pertanyaannya jauh lebih kompleks. Energi terbarukan juga harus menjawab persoalan lahan kritis, ketahanan ekonomi masyarakat, biodiversitas, dan masa depan wilayah pascatambang. Di titik inilah tanaman nyamplung menarik perhatian. Dalam sebuah episode The Voice of Tropical Rainforest yang diselenggarakan Pusat Studi dan Rehabilitasi Hutan Tropis (Pusrehut) Universitas Mulawarman, tiga perspektif bertemu: riset dan teknologi yang disampaikan Prof. Dr. Budi Laksono dari BRIN, pengalaman pengembangan bioenergi dan restorasi lanskap dari Dr. Himlal Baral dari CIFOR, serta perspektif ekologis dan pembangunan lokal dari Dr. Ibrahim, Kepala Pusrehut Universitas Mulawarman. Percakapan mereka menunjukkan bahwa nyamplung bukan...



