Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026

Tiga skenario masa depan protes Iran: Akankah tertulis lembar sejarah baru?

Gambar
Gelombang protes di Iran sejak 2022, yang dipicu oleh kematian Mahsa Amini, telah menjadi salah satu gerakan sosial paling signifikan dalam sejarah kontemporer negara tersebut. Slogan “woman, life, freedom” menggema di jalan-jalan, menandai perlawanan terhadap represi politik, sosial, dan budaya.  Lalu 2 minggu belakangan (Sejak 28 Desember 2025) gelombang protes baru terus meluas ke seluruh kota di Iran. Protes ini belum ada tanda-tanda akan surut. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: apakah protes ini mampu mengguncang fondasi pemerintahan Iran, atau justru akan meredup seperti gerakan-gerakan lain sebelumnya? Untuk menjawabnya, kita perlu melihat tiga kemungkinan skenario: fragmentasi berkelanjutan , munculnya kepemimpinan simbolik , dan pembentukan koalisi lintas kelompok . Agar analisis lebih tajam, kita juga akan membandingkan dengan kasus-kasus sejarah lain: Hong Kong 2019, Mesir 2011, Occupy Wall Street 2011, dan Polandia 1980-an. Skenario 1: Fragmentasi berkelanjuta...

Ideologi yang mematikan ekonomi: Kegagalan sistemik teokrasi Iran

Gambar
Dalam pekan terakhir ini, jalanan di berbagai kota besar di Iran, mulai dari Teheran , Mashhad , hingga Isfahan , kembali menjadi saksi bisu kemarahan rakyat yang meluap. Gelombang protes massa yang pecah kali ini membawa pesan yang jauh lebih tajam dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Awalnya, keresahan dipicu oleh persoalan "perut" seperti kenaikan harga gandum yang melonjak drastis, kelangkaan obat-obatan , dan nilai mata uang yang tak lagi memiliki daya beli. Namun, dalam waktu singkat, narasi protes tersebut bertransformasi menjadi gugatan terhadap legitimasi sistem pemerintahan. Fenomena ini mencerminkan sebuah krisis sosial-politik yang bersifat eksistensial bagi Republik Islam Iran . Apa yang kita saksikan hari ini adalah akumulasi dari rasa frustrasi kolektif rakyat terhadap model teokrasi absolut yang telah mencengkeram negara tersebut sejak Revolusi 1979 . Ketegangan ini bukan sekadar riak politik biasa, melainkan cerminan dari kegagalan sistemik di mana ideolog...

Otoritarianisme - Totalitarianisme: Kekuasaan absolut yang membelenggu kebebasan

Gambar
Dalam diskursus politik, demokrasi sering digambarkan sebagai sebuah sistem yang memberi ruang bagi setiap individu untuk bersuara. Namun, di ujung spektrum yang berlawanan, terdapat dua ancaman yang sangat berbahaya: otoritarianisme dan totalitarianisme .  Meskipun keduanya sering dianggap sama, masing-masing memiliki cara yang berbeda dalam mengikis hak-hak sipil dan menghancurkan pilar-pilar demokrasi. Memahami perbedaan: Otoriter vs. totaliter Sebelum masuk ke dalam bahayanya, kita perlu memahami apa yang membedakan keduanya: 1. Otoritarianisme: adalah sistem di mana kekuasaan politik dipusatkan pada satu pemimpin atau elit kecil yang tidak bertanggung jawab kepada rakyat. Fokusnya adalah pada kontrol politik. Selama rakyat tidak menentang pemerintah secara terbuka, mereka mungkin masih memiliki sedikit kebebasan dalam kehidupan pribadi atau ekonomi. 2. Totalitarianisme: adalah bentuk yang lebih ekstrem. Negara tidak hanya mengontrol politik, tetapi juga seluru...

Speedboat ke pedalaman Mahakam

Speedboat ke pedalaman Mahakam
Martinus Nanang di dermaga Samarinda Ilir