Langsung ke konten utama

Analogi kebudayaan dengan bawang bombay

Analogi atau perumpamaan dapat membantu kita memahami seuatu yang kompleks. Kebudayaan adalah suatu konsep yang kompleks dan beragama, tidak sederhana. Bagaimana kalau kebudayaan diumpamakan dengan bawang bombay?

Analogi kebudayaan dengan bawang bombay merupakan suatu cara untuk menggambarkan berbagai lapisan kebudayaan yang tidak selalu terlihat atau kentara. Kebudayaan dapat dilihat sebagai sebuah bawang yang mempunyai inti nilai dan asumsi, dikelilingi oleh lapisan keyakinan, sikap, konvensi, sistem, institusi, dan simbol. 

Sumber: Pixabay
Lapisan terluar dari bawang bombay adalah yang paling terlihat dan nyata, dan terdiri dari artefak dan produk yang dibuat dan digunakan manusia, seperti bahasa, pakaian, makanan, musik, dll.

 Lapisan dalam dari bawang bombay lebih tersembunyi dan tidak berwujud. , dan terdiri dari aspek mental dan emosional budaya yang membentuk cara orang berpikir, merasakan, dan berperilaku, seperti nilai, keyakinan, sikap, dll.

Kebudayaan yang berbeda mungkin memiliki ukuran, bentuk, warna, dan rasa bawang yang berbeda, bergantung pada sejarah, lingkungan, atau teknologinya. Budaya juga dapat berubah seiring berjalannya waktu, ketika orang menghadapi situasi dan pengaruh baru. 

Analogi bawang merah juga dapat membantu kita menyadari bahwa kita perlu mengupas lapisan-lapisan budaya untuk mendapatkan inti dari apa yang membuat suatu budaya unik dan bermakna. Kita tidak bisa menilai atau memahami suatu kebudayaan hanya berdasarkan lapisan luarnya saja, namun kita perlu mendalami lapisan dalamnya juga.

Meskipun analogi bermanfaat untuk membantu pengertian, kita harus menggunakan analogi ini dengan hati-hati dan berpikir kritis, serta terbuka terhadap perspektif dan interpretasi budaya lain. Analogi memiliki keterbatasannya. 


Referensi

(1) Understanding Culture: Melting the Iceberg and Peeling the Onion. https://cultureplusconsulting.com/2015/04/23/understanding-culture-melting-the-iceberg-and-peeling-the-onion/.

(2) Onion & Iceberg models of the Culture – Culturewise. http://www.culturewise.ie/onion-iceberg-models-of-the-culture/.

(3) How is an onion a metaphor for culture? – Sage-Answers. https://sage-answers.com/how-is-an-onion-a-metaphor-for-culture/.

(4) What is Culture and Intercultural Competence? – Canadian Settlement in .... https://openeducationalberta.ca/settlement/chapter/introduction-4/.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rumpun Dayak ini pernah punya usulan nama IKN dan gedung-gedung penting

Telah muncul beberapa usulan mengenai nama ibu kota negara (IKN) yang baru di Kalimantan.  Salah satunya disampaikan oleh Aliansi Ormas Daerah Kaltim (AORDA) beberapa waktu lalu. Kami berpandangan bahwa nama sebuah ibu kota negara sangatlah penting dan harus berakar dalam sejarah dan kebudayaan yang ada di nusantara. Dalam hal ini kebudayaan masyarakat sekitar IKN, sejauh tidak bertentangan dengan nilai keindonesiaan, perlu mendapat pertimbangan khusus. Maka kami dari Rumpun Dayak Luangaan , yang terdiri dari lebih 20an sub-suku mengajukan usulan nama IKN kepada Presiden RI. Apa itu Rumpun Dayak Luangaan? Titik Nol IKN (Foto: Maru-Maru) Rumpun Luangaan (Lawangaan) adalah penggolongan kelompok etnik berdasarkan kesamaan/kemiripan bahasa dan karakteristik kebudayaan seperti seni, mitologi dan ritual. Atas dasar kesamaan tersebut kelompok-kelompok etnik yang tergolong di dalam Rumpun Luangaan antara lain adalah Benuaq, Bentian, Paser, Tonyoi (Tunjung) di Kalimantan Timur, Deah di ...

Ketika “kemenangan” bukan soal menang: Strategi narasi kemenangan Iran ala Khamenei

"Saya merasa perlu untuk menyampaikan beberapa ucapan selamat kepada bangsa Iran yang besar: Pertama, selamat atas kemenangan atas rezim Zionis palsu. Dengan segala hiruk-pikuk itu, dengan semua klaim tersebut, rezim Zionis, di bawah pukulan Republik Islam, hampir runtuh dan hancur" ( Ayatullah Ali Khamenei , Jerusalem Post , 26 Juni 2025). Kemenangan yang aneh Itulah pernyataan resmi Khamenei menyambut “kemenangan meyakinkan”  (decisive victory)  Iran atas Israel dalam perang 12 hari yang baru saja berakhir. Di jalan-jalan Tehran kita menyaksikan perayaan kemenangan yang ramai. Menyaksikan melalui saluran-saluran TV internasional dan media-media independen logika lurus kita tentu akan bertanya: Kok Iran menang? Bukankah fakta menunjukkan kebalikannya? Pertanyaan itu muncul dari fakta bahwa Iran sebenarnya babak beluk dihantam bom-bom Israel. Israel menguasai udara dan sejak hari pertama tak ada pertahanan udara Iran yang bisa menghalau jet-jet tempur Israel. Jenderal-jen...

Dialog Etnografi Borneo: Membangun pemahaman tentang keberagaman Kalimantan

Dialog Etnografi Borneo (DEB) telah diselenggarakan dua kali sejak April 2024, menjadi langkah awal dalam upaya menghadirkan pemahaman mendalam tentang masyarakat, budaya, dan lingkungan di Borneo. Inisiatif ini digagas oleh Inside Borneo, bekerja sama dengan Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Kalimantan Timur. Apa itu Dialog Etnografi Borneo? Kalimantan, sebagai pusat masa depan Indonesia, akan menjadi magnet bagi seluruh perhatian nasional. Transformasi besar di berbagai aspek, mulai dari sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga lingkungan hidup, diprediksi akan terjadi.Pulau ini sejak lama dikenal dengan keragaman etnisnya. Suku Dayak, sebagai penduduk asli Kalimantan, telah mendiami pulau ini selama ribuan tahun. Perjalanan migrasi mereka, yang berasal dari berbagai wilayah seperti Yunan, Taiwan, Assam, bahkan Afrika, telah membentuk identitas budaya mereka yang unik.  Namun, dalam beberapa dekade terakhir, migrasi dari berbagai wilayah di Indonesia, khususnya Jawa dan Sulawe...