Postingan

Menampilkan postingan dengan label masyarakat adat

Rumpun Dayak ini pernah punya usulan nama IKN dan gedung-gedung penting

Gambar
Telah muncul beberapa usulan mengenai nama ibu kota negara (IKN) yang baru di Kalimantan.  Salah satunya disampaikan oleh Aliansi Ormas Daerah Kaltim (AORDA) beberapa waktu lalu. Kami berpandangan bahwa nama sebuah ibu kota negara sangatlah penting dan harus berakar dalam sejarah dan kebudayaan yang ada di nusantara. Dalam hal ini kebudayaan masyarakat sekitar IKN, sejauh tidak bertentangan dengan nilai keindonesiaan, perlu mendapat pertimbangan khusus. Maka kami dari Rumpun Dayak Luangaan , yang terdiri dari lebih 20an sub-suku mengajukan usulan nama IKN kepada Presiden RI. Apa itu Rumpun Dayak Luangaan? Titik Nol IKN (Foto: Maru-Maru) Rumpun Luangaan (Lawangaan) adalah penggolongan kelompok etnik berdasarkan kesamaan/kemiripan bahasa dan karakteristik kebudayaan seperti seni, mitologi dan ritual. Atas dasar kesamaan tersebut kelompok-kelompok etnik yang tergolong di dalam Rumpun Luangaan antara lain adalah Benuaq, Bentian, Paser, Tonyoi (Tunjung) di Kalimantan Timur, Deah di ...

Kolonisasi masyarakat adat terjadi lagi: Kasus Kampung Dingin di Kutai Barat

Gambar
Polisi bongkar pondokan (Foto: Erika Siluq). Ketika Russia menyerang Ukraina setahun yang lalu banyak orang terheran-heran. Yang bikin terhedan-heran adalah serangan brutal yang tak pandang bulu (indiscriminate) terhadap fasilitas publik, perumahan dan apartemen sipil, bahkan sekolah dan rumah sakit. Kok masih ada kebrutalan seperti itu di abad ke-21? Kok kolonisasi terjadi lagi di abad 21? Pertanyaan tersebut cocok untuk ditanyakan lagi terkait dengan kasus di Kampung Dingin, Kabupaten Kutai Barat, tetapi dengan rumusan yang sedikit berbeda: Kokterjadi lagi kolonisasi masyarakat adat di abad ke-21?  Beberapa minggu terakhir kasus konflik antara warga Dingin dengan perusahaan batubara PT. EBH mencuat ke permukaan. Tetapi sepertinya belum ada (belum banyak?) berita di media mainstream . Beritanya berseliweran di media sosial. Pada 29 September 2022 ada berita tentang sengketa tersebut oleh Baromer Times yang menyebut lahan 4 hektar diduga diserobot oleh PT. EBH.  Berita terbar...

Mayoritas orang Paser penduduk asli daerah IKN senang dengan kehadiran IKN Nusantara

Gambar
Wawancara di Bukit Genting (Foto: Maru-Maru) Orang Paser (termasuk orang Balik) adalah penduduk asli yang secara turun temurun mendiami wilayah yang sekarang dijadikan lokasi ibu kota negara Nusantara (IKN Nusantara). Mereka terutama bermukim di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). Telah banyak publikasi tentang kondisi dari orang Paser yang tergolong rentan karena mayoritas dari mereka lemah dari segi ekonomi dan kompetensi sumber daya manusia, termasuk oleh media ini (Maru-Maru).  Tetapi survei yang dilakukan pada Juli 2022 menunjukkan bahwa tidak seluruhnya orang Paser berwajah muram. Ada juga, malah lebih banyak, yang bermuka cerah karena dari hasil survei ternyata 87.9% warga merasa senang dengan kehadiran IKN di daerah mereka. Hanya 6.1% merasa tidak senang dan 6.1% tidak tahu alias tidak membuat keputusan batin. Terdapat 8 alasan untuk merasa senang; tiga di antaranya yang menonjol adalah terbukanya lapangan kerja yang dibutuhkan, daerah menjadi lebih maju,...

IKN jadi fokus Kongres Borneo Raya, bukti keseriusan bangsa Dayak untuk menjadi pemain

Gambar
Orang-orang Dayak di Kalimantan akan mengadakan pertemuan besar yang mereka sebut Kongres Borneo Raya. Tidak tanggung-tanggung, terdapat 24 orang yang akan berbagi pandangan; 12 orang akan menjadi pembicara dan 12 orang pembahas dalam simposium virtual 29-30 Mei 2022. Semuanya akan berbicara tentang IKN; tentu dengan perspektif masing-masing.  Kawasan IKN Nusantara (Foto: Maru-Maru) Mungkin ini akan menjadi pembahasan terbesar tentang IKN, di luar dialog-dialog dan berbagai Focus Group Discussion dari pemerintah. Menariknya pula pembahasan IKN ini akan dilakukan di tempat yang cukup jauh dari Titik Nol IKN, yaitu di Kalimantan Selatan, Kabupaten Tabalong. Para pembicara pun tidak ada yang berasal dari Kalimantan Timur, tempat lokasi IKN. Mereka semua dari wilayah yang relatif jauh dari IKN, termasuk pembicara dan penanggap dari Kuching dan Miri di Sarawak, Malaysia. Fakta ini mengindikasikan bahwa IKN dipandang secara serius oleh seluruh suku bangsa Dayak di Kalimantan.  ...

Speedboat ke pedalaman Mahakam

Speedboat ke pedalaman Mahakam
Martinus Nanang di dermaga Samarinda Ilir